Indonesia Yakinkan Rusia Soal Minyak Sawit dengan Prinsip Berkelanjutan
Indonesia meyakinkan Rusia mengenai produk minyak kelapa sawit yang mengutamakan prinsip keberlanjutan. Negeri Beruang Merah sejauh ini belum menjadi pasar utama minyak kelapa sawit mentah (crude palm oil atau CPO) Indonesia mengingat hanya menyerap 2,6 persen dari total ekspor negara.
Mengutip siaran pers BPDPKS, Minggu (6/8/2017), Menteri Perdagangan RI Enggartiasto Lukita mengatakan semua produk sawit Indonesia, mulai dari penanaman hingga produksi hilir, telah mengikuti standard Roundtable Sustainable Palm Oil (RSPO), Indonesia Sustainable Palm Oil (ISPO), dan Organisasi Internasional untuk Standardisasi (ISO).
“Pemerintah Indonesia berkomitmen untuk terus memastikan penerapan prinsip-prinsip berkelanjutan dalam setiap aspek produk sawit Indonesia,” kata menteri yang akrab disapa Enggar, seperti yang diberitakan Bisnis Indonesia.
Langkah itu dilakukan di sela-sela Forum Bisnis Minyak Kelapa Sawit Indonesia-Rusia yang diikuti Enggar, serta entitas-entitas terkait seperti Badan Pengelola Dana Kelapa Sawit (BPDPKS), Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki), Masyarakat Perkelapasawitan (Maksi), Asosiasi Produsen Biofuel Indonesia (Aprobi), Gabungan Industri Minyak Nabati Indonesia (GIMNI), serta perwakilan dari beberapa perusahaan sawit, seperti Musim Mas, Permata Hijau, Asian Agri, Wilmar, dan Sinar Mas.
Enggar bahkan mengundang lembaga riset dari Universitas Moskow serta para pengusaha Rusia untuk datang ke Indonesia dan melihat pengelolaan produk sawit sejak penanaman. Menurut dia, pengelolaan industri minyak sawit Indonesia pun berpedoman pada praktik agraria yang baik.
Pada forum itu, Duta Besar Indonesia untuk Rusia M. Wahid Supriyadi menyampaikan bahwa forum tersebut diadakan mengingat bahwa Rusia merupakan mitra perdagangan Indonesia yang potensial untuk CPO.
Ekspor minyak sawit ke Rusia pada 2016 sebanyak 663 ribu ton dengan nilai 440 juta dolar AS. Adapun total volume pengiriman ke pasar dunia tahun lalu 25,1 juta ton.
“Ekspor minyak sawit Indonesia terus meningkat dari tahun ke tahun serta potensinya masih sangat besar untuk ditingkatkan,” kata Wahid.
Gregory Ryabtsev dari Asosiasi Minyak Sawit Rusia mengakui proses produksi di pabrik CPO dan minyak goreng di Indonesia beserta proses pengapalannya cukup bersih. Dia meyakini produk sawit Indonesia berasal dari industri yang kredibel, taat aturan dan mengikuti standard internasional.
Pada kesempatan yang sama, Dewan Minyak Sawit Indonesia dan pengusaha minyak sawit Rusia menandatangani memorandum of cooperation (MoC) untuk meningkatkan perdagangan kedua negara dan memperluas promosi serta diseminasi informasi produk sawit Indonesia di Rusia.
“Perdagangan minyak sawit Indonesia dapat meningkat dua kali lipat dalam satu sampai dua tahun ke depan,” ujar Direktur Eksekutif GIMNI Sahat Sinaga.