Kremlin Bantah Telah Jalin Kontak Dengan Perwakilan dan Pendukung Trump
Kremlin belum melakukan kontak dengan perwakilan presiden terpilih AS Donald Trump, atau siapapun pendukungnya, demikian disampaikan juru bicara Kremlin Dmitry Peskov seperti dikutip Sputnik, Senin (14/11).
"Tidak, Kremlin tidak menghubungi siapapun," kata Peskov kepada wartawan saat ditanya pertanyaan terkait.
Peskov mengingatkan bahwa terlalu dini untuk berbicara berbagai harapan terkait tim baru Trump. Ia juga menambahkan bahwa ia tidak pernah mendengar apapun terkait isu kunjungan Trump ke Moskow selama masa kampanye pemilunya.
"Tidak, saya tidak tahu apapun tentang ini. Saya tidak pernah mendengar apapun mengenai hal tersebut."
Kemenangan Trump membawa angin segar bagi hubungan Rusia-AS. Dalam ucapan selamat yang dikirim melalui telegram, Presiden Rusia Vladimir Putin berharap akan ada dialog antara Moskow dan Washington, dengan memperhatikan posisi kedua negara, dapat memenuhi kepentingan AS dan Rusia. Meski demikian, ia sadar bahwa jalan untuk mewujudkan hal itu akan sulit.
Sementara, mantan Menteri Pertahanan AS Chuck Hagel mengatakan bahwa salah satu prioritas untuk presiden AS selanjutnya ialah ‘reset’ sesungguhnya dengan Rusia, menyebutkan bahwa sentimen anti-Rusia di Amerika telah mencapai titik didih dan berada di level terburuk sejak Perang Dingin.
Duta Besar AS untuk Rusia John Tefft juga menyampaikan pada TASS pada Rabu (9/11) bahwa Rusia akan menjadi salah satu isu utama yang akan menjadi prioritas, bersama dengan konflik Suriah dan Ukraina, dan berharap pemerintahan AS di bawah Trump akan berhasil dalam bidang ini.