World News in Indonesian

Tak Ada Bukti Intervensi Rusia dalam Pemilu AS, 2 Jurnalis Gugat FBI-CIA

Dua jurnalis investigasi AS mengajukan gugatan hukum untuk meminta bukti yang dimiliki badan intelijen dan keamanan AS terkait klaim mereka bahwa Rusia mengintervensi pemilu presiden AS 2016, demikian keterangan dari dokumen pengadilan dikutip oleh Sputnik, Rabu (28/12).

“Tergugat telah gagal memberikan atau bahkan memenuhi permintaan penggugat untuk mempercepat proses,” komplain reporter investigasi Jason Leopold dan kandidat doktor dari Institut Teknologi Massachusetts (MIT) Ryan Noah Shapiro, Selasa (27/12).

Menurut berkas pengadilan, dua penggugat tersebut mengajukan gugatan hukum mereka kepada Badan Pusat Intelijen AS (CIA), Biro Federal Investigasi AS (FBI), Departemen Keamanan Dalam Negeri AS, dan kantor Direktur Intelijen Nasional AS.

Pada 9 Desember lalu, media AS melaporkan bahwa CIA menyimpulkan Rusia ikut campur dalam pemilu presiden AS November lalu, serta membantu kandidat dari partai Republik Donald Trump untuk memenangkan pemilu tersebut.

Pejabat senior Rusia telah berulang kali membantah klaim Washington terkait intervensi dalam pemilu, menganggap mereka konyol dan hal itu sebagai sebuah upaya untuk mengalihkan masyarakat AS dari menekan isu domestik.

Sementara, mantan staf CIA Philip Giraldi mematahkan klaim yang menyebut Rusia meretas akun milik Partai Demokrat atas perintah Donald Trump dan menyebut bahwa tuduhan tersebut tak memiliki bukti nyata.

Giraldi menjelaskan bahwa untuk benar-benar memahami apa yang sedang dituduhkan, kita hanya bisa mengandalkan laporan media dari “narasumber anonim”, karena baik CIA maupun Gedung Putih belum merilis laporan rahasia tersebut.

Читайте на сайте