Meski Belum Ada Kerja Nyata, Kontak Rusia-AS Terkait Suriah Berlanjut
“Kontak kerja (antara Rusia dan AS) berlanjut di Jenewa,” ujar Lavrov.
Namun, ia menambahkan bahwa kontak kerja tersebut baru terjadi sejak September tahun lalu dan belum ada kerja sama nyata, karena sebelumnya mantan Presiden AS Barack Obama belum kunjung menyetujui kerja sama keduanya.
“Meskipun perjanjian belum ada karena penolakan AS dan perbedaan di dalam Gedung Putih, kontak kerja terus terjadi, termasuk di Jenewa,” kata Lavrov menambahkan. “Setiap minggu, kedua pihak selalu bertemu di Jenewa dan membahas beragam isu, termasuk gencatan senjata dan kemanusiaan.”
Sebelum pertemuan mingguan ini, diplomat-diplomat Rusia dan AS serta perwakilan UN beberapa kali mengadakan pertemuan koordinasi, ujar Lavrov. Sang menlu yakin bahwa dengan pemerintahan AS yang baru dibawah Donald Trump, kontak Rusia-AS akan tetap intens.
“Saya yakin setidaknya pertemuan antara kedua negara tidak akan jarang, apabila struktur penugasan di Suriah sudah jelas dan posisi-posisi terkait sudah diisi,” ujar Lavrov.
Lavrov yakin karena Trump sebelumnya menyerukan ISIS sebagai ancaman utama dan pentingnya antisipasi terhadap jaringan teroris itu. “Ini sesuai dengan prinsip kami.”
Sebelumnya, penasihat kebijakan luar negeri Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengatakan ada kemungkinan terciptanya koalisi antiterorisme antara AS dan Rusia, serta negara-negara Islam dan Arab.
“Kontak (antara AS dan Rusia) sudah berlanjut lagi, dan pemimpin kedua negara memutuskan untuk bekerja sama mencari solusi terkait terorisme. Lalu, aliansi antara negara-negara Islam dan Arab juga mungkin akan terbentuk,” ujar sang penasihat, Walid Phares, kepada Sputnik.