Miliarder Rusia Ingin Hidupkan Kembali Dinasti Romanov di Samudra Pasifik
Seorang miliarder asal Rusia tengah melewati tahapan pembicaraan lanjutan dengan pemerintah negara kepulauan Kiribati di Samudra Pasifik agar dapat menyewa tiga pulau tak berpenghuni untuk membangun 'Rusia alternatif' dan menghidupkan kembali Kekaisaran Romanov, demikian dilansir oleh The Guardian.
Sang miliarder bernama Anton Bakov beserta Istrinya, Maria, berencana untuk membangun kembali Kekaisaran Romanov di tiga pulau terpencil di wilayah Kiribati dan berniat berinvestasi hingga ratusan juta dolar pada perekonomian pulau miskin ini.
Bakov yang seorang pengusaha dan juga mantan anggota parlemen Rusia bertekad untuk menghidupkan kembali Monarki Rusia yang berhasil digulingkan oleh Revolusi Bolshevik pada tahun 1917. Selama bertahun-tahun lamanya ia telah mengeksplorasi sejumlah wilayah, mulai dari Montenegro hingga Kepulauan Cook.
Bakov berniat untuk menyewa tiga pulau tak berpenghuni yang dikenal dengan nama Malden, Starbuck, dan Millenium untuk digunakan sebagai lokasi "Rusia alternatif", serta membangun infrastruktur yang menunjang bagi wisatawan dan pengusaha.
Menurut Bakov dan pemerintah Kiribati, ketiga pulau ini benar-benar tak berpenghuni dan terbelakang, oleh karena itu tawaran yang diajukan olehnya merupakan investasi terbesar bagi warga setempat.
"Kami tertarik dengan Kiribati karena iklim di wilayah itu yang indah, Kiribati memiliki pulau-pulau tak berpenghuni yang luas. Bantuan finansial dari kami jelas akan menguntungkan bagi mereka," kata Bakov.
Setelah bertemu dengan Bakov, Presiden Kiribati Taneti Mamau mengutus sejumlah perwakilan pemerintah untuk memeriksa langsung ketiga pulau tersebut. Keputusan atas permintaan Bakov tersebut diharapkan sudah dapat diumumkan pada akhir Februari ini.
"Kami berencana untuk membangun pelabuhan udara dan laut, stasiun listrik tenaga surya, tanaman air tawar, rumah sakit, sekolah, dan pemukiman bagi karyawan," tutur Bakov.
"Yang menjadi fokus utama kami adalah membangun hotel yang ramah lingkungan serta pabrik pengolahan ikan. Kami juga akan mengembangkan pertanian tropis dan Universitas Imperial Rusia."
Pembangunan pulau-pulau tersebut direncanakan memakan waktu antara sepuluh hingga lima belas tahun. Pada tahap pertama dimulainya proyek ini nantinya akan ditandai dengan penyuntikan dana sebesar 120 juta dolar AS kepada pemerintah Kiribati, demikian tutur Bakov, diikuti dengan 230 juta dolar AS sebagai tahap pertama pembangunan infrastruktur di Pulau Malden, serta tambahan pajak dan bea cukai bagi pemerintah Kiribati.
Meskipun pulau-pulau ini dirancang sebagai sebagai tempat Kekaisaran Romanov, Bakov tidak yakin bahwa nantinya banyak orang Rusia yang tinggal secara permanen di Kiribati karena negara kepulauan ini dinilai memiliki iklim yang keras serta jarak yang sangat jauh.
"Iklim khatulistiwa kurang cocok dengan orang-orang Rusia. Saya pikir bahwa imigrasi ke Australia maupun Selandia Baru masih lebih diminati oleh orang Rusia," tuturnya.
Seorang Anggota Parlemen Kiribati Emil Schutz mengatakan bahwa investasi moneter Bakov di Kiribati menjadi perhatian utama pemerintah setempat, sedangkan pembentukan pulau sebagai tempat kebangkitan Kekaisaran Romanov adalah pertimbangan sekunder. Meski begitu, menurut Schutz rencana untuk membangkitkan kembali monarki Rusia dirasa terlalu berlebihan, dan ia menilai hal tersebut bukanlah motivasi utama Bakov untuk berinvestasi di Kiribati.
"Sejak Kiribati dinyatakan merdeka, pemerintah setempat terus berupaya untuk mencari investor, namun tidak ada investor yang tertarik untuk berinvestasi di kepulauan ini. Alangkah baiknya jika ada pihak yang berinisiatif memanfaatkan pulau-pulau yang tak digunakan oleh pemerintah atau masyarakat setempat. Saya benar-benar tertarik untuk menyaksikan apa yang bisa dikembangan di pulau-pulau ini," kata Schutz.