Penelitian: Dua Pertiga Warga Rusia Anggap NATO Sebagai Ancaman
67 persen atau dua pertiga warga Rusia melihat NATO sebagai ancaman, demikian diungkap dalam sebuah penelitian yang dirilis lembaga riset Gallup. Jumlah tersebut terbanyak sejak 2008.
Seperti dilaporkan RT, Gallup meneliti melalui pemungutan suara berbasis wawancara telepon yang diadakan sepanjang 2016, dengan responden 2,000 warga Rusia berusia minimal 15 tahun.
Dalam sebuah penelitian sejenis yang dilakukan Gallup tahun 2012 silam, hanya 38 persen warga Rusia yang melihat sang blok militer Barat sebagai ancaman.
Sejak lama, NATO mengadakan pembangunan militer di perbatasan-perbatasan Rusia, yang mana Moskow anggap sebagai pelemahan keamanan di Eropa. Namun NATO beralasan hal tersebut untuk mengantisipasi “agresi” Moskow.
Sebagai tanggapan, Rusia mengadakan pelatihan militer intensif berskala besar dan menempatkan pusat senjatanya di bagian Barat, termasuk di Kaliningrad – yang berbagi batasan dengan Polandia dan Lithuania.
Penelitian serupa juga diadakan Gallup di beberapa negara lain. 54 persen warga negara Belarus turut melihat NATO sebagai ancaman, peningkatan 19 persen dari empat tahun lalu. Sementara, Ukraina mengikuti dengan 35 persen, Tajikistan dengan 34 persen, Kazakhstan 31 persen, Kirgizstan 30 persen, Moldova 27 persen, dan Armenia 20 persen.