World News in Indonesian

Putin Minta Diplomat-diplomat Rusia Di Luar Negeri Lebih Dilindungi

Presiden Rusia Vladimir Putin meminta Badan Keamanan Federal Rusia (FSB), Kementerian Luar Negeri Rusia, dan Dinas Intelijen Luar Negeri Rusia untuk meningkatkan perlindungan terhadap diplomat-diplomat Rusia di luar negeri, menyusul dibunuhnya Duta Besar Rusia untuk Turki Andrey Karlov Desember kemarin.

“Pembunuhan duta besar kita di Turki adalah kejahatan mengerikan. Sangat penting untuk melindungi warga Rusia yang ditugaskan menjadi diplomat di luar negeri,” ujar Putin sebagaimana dikutip TASS, Kamis (16/2). 

Pada 19 Desember, Karlov dibunuh dalam sebuah pameran seni di Ankara, Turki oleh seorang polisi Turki berusia 22 tahun yang sedang tidak bertugas, Mevlut Mert Altintas. Polisi kemudian menembak mati Altintas dan melarikan Karlov ke rumah sakit, namun nyawa sang dubes tak tertolong.

Selain itu, Putin berkata bahwa FSB juga memainkan peran penting dalam melindungi tatanan konstitusional serta kedaulatan negara. Ia mengapresiasi “upaya FSB dalam memerangi terorisme dan ekstremisme, operasi intelijen, serta kejahatan berbasis ekonomi”.

“Negara akan terus memperkuat kantor pusat dan cabang-cabang daerah FSB, menyediakan mereka senjata dan perlengkapan modern, serta memberikan jaminan sosial kepada anggota-anggota beserta keluarganya,” ujar Putin. “Saya yakin bahwa kalian (FSB), sebaliknya, akan melanjutkan tugas kalian dengan baik.”

Читайте на сайте