World News in Indonesian

FBI Mulai Selidiki Dugaan Intervensi Rusia dalam Pilpres AS 2016

Biro Federal Investigasi AS (FBI) sedang mengadakan penyelidikan terkait upaya-upaya intervensi pemerintah Rusia dalam pilpres AS 2016, demikian diungkap Direktur FBI James Comey, Senin (20/3).

Comey mengatakan bahwa sebenarnya FBI memiliki standar untuk tidak memublikasikan penyelidikan yang sedang berjalan. “Tapi untuk situasi-situasi tertentu yang berkaitan dengan kepentingan masyarakat, hal itu boleh dilakukan,” ujarnya kepada Komite Intelijen DPR AS, seperti yang dikutip TASS.

Menurutnya, penyelidikan itu termasuk “menginvestigasi hubungan-hubungan dari orang-orang yang terlibat kampanye Trump dengan pemerintah Rusia, dan apakah ada koordinasi kampanye tersebut dengan upaya Rusia”.

Ia berjanji FBI akan menyelidiki sesuai fakta. Pemerintah AS sebelumnya menuduh Rusia bertanggung jawab terhadap serangan siber yang terjadi tahun lalu, tapi hingga kini tuduhan itu belum ada bukti.

Penuduhan tersebut adalah salah satu alasan utama pemberian sanksi dari Washington kepada beberapa perusahaan Rusia, Layanan Keamanan Federal Rusia, dan Badan Intelijen Umum Staf Umum Angkatan Bersenjata Rusia. Selain itu, AS juga menendang 35 diplomat Rusia di sana dan menutup dua tempat rekreasi milik pemerintah Rusia di New York dan Maryland.

Presiden Rusia Vladimir Putin sebelumnya mengatakan bahwa Moskow tidak akan balik mengusir diplomat AS dari Rusia sebagai respons terhadap “tindakan tidak ramah dari pemerintah AS”. Moskow berkali-kali menyangkal berperan dalam serangan siber di AS.

Читайте на сайте