World News in Indonesian

Imam Masjid Kostroma di Rusia Adalah Alumnus UIN Malang

Imam masjid di kota Kostroma (301 kilometer sebelah utara dari kota Moskow) ternyata adalah seorang warga negara asli Rusia yang pernah mengenyam pendidikan S2 di Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim (UIN Maliki), Malang.

Tak hanya itu, sang imam yang bernama Tabriz Nurutdinov memiliki seorang isteri berkewarganegaraan Indonesia asal Lamongan, Jawa Timur. Selain berperan sebagai imam masjid, Nurutdinov juga menjabat sebagai direktur Organisasi Pengembangan Kebudayaan Islam Kostroma.

Belum lama ini, Kostroma yang memiliki penduduk sekitar 300 jiwa baru saja mendirikan sebuah masjid yang megah. Bangunan masjid berlantai tiga ini dapat menampung sekitar 1.000 jemaah. Pada dinding bagian dalam mesjid dihiasi dengan ornamen berwarna cerah.

Selain itu, masjid ini memiliki fasilitas madrasah untuk dewasa dan anak-anak. Menurut informasi yang dilansir oleh situs resmi KBRI Moskow, proses pembangunan mesjid ini telah dimulai sejak tahun 2004, namun sempat terhenti.

Hingga akhirnya pada pertemuan ketua Dewan Mufti Rusia dengan gubernur Kostroma tahun 2012, mereka sepakat untuk menyelesaikan pembangunan masjid tersebut.

Masjid ini diresmikan oleh Ketua Dewan Mufti Rusia Ravil Gainutdin, Jumat (5/5). Masjid baru tersebut merupakan satu-satunya tempat ibadah umat Islam di Kostroma. Koordinator Fungsi Pensosbud KBRI Moskow Darmawan Suparno turut hadir dalam peresmian masjid tersebut untuk mewakili Dubes RI untuk Rusia M. Wahid Supriyadi.

Dalam kesempatan itu, ketua Dewan Mufti Rusia secara khusus menyampaikan penghargaan dan rasa terima kasihnya atas kehadiran perwakilan Indonesia dan menegaskan niatnya untuk terus meningkatkan hubungan baik antara Indonesia dan Rusia di bidang keagamaan.

Saat ini, terdapat sekitar 8.000 bangunan masjid di Rusia dan terdapat 20-25 juta penduduk Rusia yang beragama Islam.

Ketua Dewan Mufti Rusia menyampaikan bahwa peran mesjid bukan hanya sekedar tempat beribadah, tetapi juga sebagai pusat budaya, tempat belajar, dan mendidik. Para intelektual Muslim diharapkan dapat bersama-sama menentang radikalisme dan ekstremisme yang merupakan prinsip dasar agama Islam.

Читайте на сайте