Din Syamsuddin: Aliansi Rusia-Dunia Islam Bisa Jadi Model Kemitraan Positif
Tokoh Muhammadiyah, Din Syamsuddin, mengatakan Kelompok Visi Strategis Rusia-Dunia Islam dapat menjadi model kemitraan dan kerja sama yang positif untuk membangun peradaban dunia baru yang berkemajuan, berkeadilan, dan berkeadaban.
“Aliansi strategis Rusia-Dunia Islam merupakan alternatif positif,” katanya dalam keterangan tertulisnya, seperti yang diberitakan Tempo, Kamis (18/5). Din menjelaskan, Rusia dapat mengedepankan pendekatan kemitraan ramah Islam yang saling menguntungkan. Rusia memerlukan dunia Islam, terutama untuk mendukung bidang politik dan kerja sama ekonomi. Sedangkan dunia Islam pun dapat memanfaatkan kekuatan Rusia, yang memiliki keunggulan ilmu pengetahuan teknologi dan ekonomi.
Ia menyayangkan Barat yang masih melihat Islam sebagai ancaman dibanding mitra strategis untuk kemajuan bersama. Dengan begitu, adanya kelompok ini dapat menjadi solusi positif. “Walaupun tidak ada makan siang gratis, Rusia dapat mengedepankan pendekatan kemitraan ramah Islam, yang tentu saling menguntungkan,” ucapnya. Din telah menjadi anggota kelompok tersebut sejak 2007. Kelompok Visi Strategis Rusia-Dunia Islam mengumpulkan lebih dari 30 tokoh ternama dari negara dengan banyak penduduk muslim, seperti Indonesia, Maroko, Arab Saudi, Iran, Kuwait, dan lain sebagainya.
Dalam pertemuan kelompok yang diadakan di Grozny, Republik Chechnya, Presiden Rusia Vladimir Putin mengatakan bahwa banyak negara Islam yang menghadapi ancaman serius, seperti terorisme dan ekstremisme.